Apr 18, 2012 - Tulisan Nae    No Comments

Tulisannya

Tulisannya mampu menggugah anganku. Sesaat aku seperti terhipnotis dengan segala kejujuran tentang kepahitan hati yang ia ungkapkan.

Dulu, aku selalu berpikir bahwa laki-laki mana yang mampu memakai perasaannya untuk menghargai wanita? Bahkan akupun tidak percaya pada mantan kekasihku yang teramat aku cintai dulu. Namun, melihatnya berjuang saat kesakitan merupakan perhatian baru bagiku.
Dimana dia, laki-laki yang kukenal itu, mampu merasakan rasa cinta hingga luka penghianatan yang menusuk. Baginya, tahun adalah hari. Yang berlalu begitu cepat. Yang tak begitu ampuh menghapus luka.

Apa sekarang yang mesti kutulis? Simpatikah? Empatikah? Padahal perasaan kami hampir sama.
Hanya saja, dia mampu berkata jujur. Bahwa tak mudah baginya menghapus luka tanpa dendam. Bahwa tak mungkin baginya menghapus pedih tanpa rasa yang setara.

Share:
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Internetmedia
  • Live
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • Print
  • RSS
  • Socialogs
  • Tumblr
  • Google Bookmarks
Apr 18, 2012 - Tulisan Nae    No Comments

Cuhat with God

God, kadang aku bingung dg apa yg ada disekitarku.
Perbuatan dosa dianggap seperti hal yang sudah biasanya
Semakin lama, banyak artis2 drama nyata yang tercipta
Semua serba drama
Semua serba akting

God,
Aku ada diantara mereka
Akupun menjelma seperti mereka
Berupaya membentuk suatu karakter yang palsu

Tertawa dengan hal yang seharusnya menjadi sebuah kprihatinan

God, haruskah seperti itu?

Share:
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Internetmedia
  • Live
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • Print
  • RSS
  • Socialogs
  • Tumblr
  • Google Bookmarks
Apr 18, 2012 - Tulisan Nae    No Comments

Sebuah tempat teduh bernama RUMAH

Disana ada seseorang yang berwibawa
Ia kusebut AYAH

Disana pula tinggal seorang yang penyabar bernama IBU

Mereka memberiku rasa AMAN
Mereka, dengan keterbatasannya
Mampu membuatku bahagia

Gubuk kecil bernama rumah
Membawaku pada mimpi yang melambung diawang-awang

Kuciptakaan mimpi yang indah dalam lembutnya senja

Kutebar semua cita-cita dalam beragam cerita

Mimpiku, bukan hanya milikku
Namun juga merupakan harapan mereka

Untuk mereka
Yang telah memberikan surganya padaku
Aku akan berusaha meraih cita-cita

Terimakasih Ibu
Terimakasih Ayah
Atas perjuangan kalian selama ini
Dan Cinta Kasih Sepanjang Masa

Share:
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Internetmedia
  • Live
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • Print
  • RSS
  • Socialogs
  • Tumblr
  • Google Bookmarks
Apr 18, 2012 - Tulisan Nae    No Comments

Aku tak bisa merengkuh dunia dengan berlari
tapi aku bisa merengkuh dunia dengan duduk diam
Tersudut pada pojok ruangan
Dengan tangan memegang sebuah buku

Aku bisa mengerti segala hal didunia melalui buku itu

Hidup tak mutlak harus berkeliling sehingga kita bisa paham

Aku hanya perlu membaca ensiklopedi yang sesuai untuk apa yang aku ingin pelajari dan apa yang ingin aku tau

Aku bisa belajar banyak hal sisi kehidupan timur dan barat

Yang sekilas namapak berbeda
Namun pada intinya adalah sama

Aku tau kita sama
Hanya berbeda budaya

Kita memiliki kebutuhan yang pada dasarnya adalah sama

Kita sama-sama ingin dianggap penting
Kita sama-sama ingin merasa dihargai
Dan diingat

Bukankah begitu? Pikirkan sebelum anda menjadi munafik tentang kehidupan

Share:
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Internetmedia
  • Live
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • Print
  • RSS
  • Socialogs
  • Tumblr
  • Google Bookmarks
Apr 18, 2012 - Tulisan Nae    No Comments

Langit musim semi yang indah
Berada di bawa cakrawala langit indonesia
Berada di tengah padang sore yang memukau mata
Aku tersalut
Melihat begitu megah Tuhan menciptakan dunia
Mengapa?
Mengapa justru kamilah yang merusaknya

Mereka membuat menara untuk menyamai kuasaNya

Mereka membuat sesembahan untuk menyakiti hatiNya

Kenapa? Bukan rasa syukur yang terucap
Melainkan alibi untuk membenarkan kelakuan yang salah

Share:
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Internetmedia
  • Live
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • Print
  • RSS
  • Socialogs
  • Tumblr
  • Google Bookmarks
Apr 18, 2012 - Tulisan Nae    No Comments

Aku adalah debu jalanan
Yang kecil dan tak berarti
Yang terbang ditiup angin
yang membuat orang benci karena warnaku
Yang membuat mereka benci karena pekatku

Aku adalah debu jalanan
Yang menyakiti mata mereka
Yang bisa membuat mereka jijik hanya dengan keberadaanku

Tapi aku debu jalanan
Yang tak bisa mereka hindari
Mereka akan menemukanku setiap hari
dan mereka akan mengeluh karena aku setiap kali

Dan aku adalah debu jalanan
yang semakin dibenci,aku semakin tidak peduli
Kehadiranku adalah belenggu
Aku ada karena mereka
Meskipun mencoba menghindariku,
mereka tak kan bisa

karena aku
DEBU JALANAN

Share:
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Internetmedia
  • Live
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • Print
  • RSS
  • Socialogs
  • Tumblr
  • Google Bookmarks
Apr 18, 2012 - Tulisan Nae    No Comments

Aku mulai dengan saat dimana adrenalin terasa menguasai seluruh aliran darahku
Saat dimana aku begitu merasa bergairah melakukan sesuatu
Aku sedang berada dalam zona itu

Aku sedang bermain dengan otakku
Aku sedang bekerja dengan imajinasiku

rasanya segala sesuatu terasa ringan dan mudah
rasanya seolah aku tidak harus berpikir untuk melakukan sesuatu

Semuanya mengalir begitu saja
Seperti menari-nari di pusat khayalan
hanya tinggal menyusunnya menjadi sebuah hal

Aku bisa merasakan kesenangan itu menguap
Tidak hilang,
Bahkan ia menjelma menjadi suatu bentuk yang indah

Share:
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Internetmedia
  • Live
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • Print
  • RSS
  • Socialogs
  • Tumblr
  • Google Bookmarks
Feb 14, 2012 - puisi    Comments Off

Sahabat

Kalian ada bahkan disaat keluargaku jauh
Kalian mengerti bahkan ketika aku belum berucap apapun

Kalian
adalah sosok yang aku banggakan
setelah Tuhan dan Keluargaku

Kalian mampu membuatku tersenyum
bahkan ketika aku menangis

Kalian seperti sebuah zat
Yang selalu membuatku ceria

Kalian mendengar dan berbicara
Kalian berbagi dan berkarya
Menghibur dan mendukung

Sahabat-Sahabatku,
Dimanapun kalian berada
TERIMAKASIH

Hanya itu yang bisa kuucapkan
Mewakili rasa syukur yang teramat sangat
Mewakili rasa hormat yang mendalam

Untukmu SAHABAT-SAHABATku

Share:
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Internetmedia
  • Live
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • Print
  • RSS
  • Socialogs
  • Tumblr
  • Google Bookmarks
Feb 14, 2012 - puisi    Comments Off

Marah

Serupa angin engkau datang
Semilirmu menyejukkan

Serupa angin engkaupun kembali pergi
Meninggalkan debu luka yang lupa kau sapu

Aku menggigil
Merasakan hembusan terakhirmu
Yang tak lagi kurasa sejuk
Melainkan dingin menusuk kulit

Aku berharap tangisku mereda
Dengan datangnya hujan badai yang mengguyur tubuhku

Sia-sia semuanya…

kusiapkan rangkaian bunga
Kutabur disepanjang jalan yang hendak kita lalui nanti

tapi dengan sambil lalu
kau sapu semuanya
meninggalkan jejak jejak porak poranda

Apa artinya aku bagimu kini?
karena bagiku…
kamu adalah angin
yang berpotensi menjadi badai yang mengerikan

Share:
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Internetmedia
  • Live
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • Print
  • RSS
  • Socialogs
  • Tumblr
  • Google Bookmarks
Feb 14, 2012 - puisi    Comments Off

Kecewa

Tau apa kalian tentang luka hati?
Yang sakitnya bagaikan luka terbuka
Yang ditetesi perasan air asam

Yang ketika kita diam
Sementara rasa itu berdenyut-denyut dalam dada
Mencipta sebuah negri asing
Kesepian dalam keramaian

Tau apa kalian tetang rasa kecewa?
Yang rasanya seolah dunia berputar
Menjunjungmu setinggi langit
lalu melepaskanmu di awang- awang

Tidak!
Kamu tidak melayang-layang dengan indah
Tapi meluncur dengan cepat
Mencium tanah
Memeluk nikmatnya rasa sakit

Share:
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Internetmedia
  • Live
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • Print
  • RSS
  • Socialogs
  • Tumblr
  • Google Bookmarks
Pages:1234567...12»