Tulisan Nae
No Comments Tulisannya
Tulisannya mampu menggugah anganku. Sesaat aku seperti terhipnotis dengan segala kejujuran tentang kepahitan hati yang ia ungkapkan.
Dulu, aku selalu berpikir bahwa laki-laki mana yang mampu memakai perasaannya untuk menghargai wanita? Bahkan akupun tidak percaya pada mantan kekasihku yang teramat aku cintai dulu. Namun, melihatnya berjuang saat kesakitan merupakan perhatian baru bagiku.
Dimana dia, laki-laki yang kukenal itu, mampu merasakan rasa cinta hingga luka penghianatan yang menusuk. Baginya, tahun adalah hari. Yang berlalu begitu cepat. Yang tak begitu ampuh menghapus luka.
Apa sekarang yang mesti kutulis? Simpatikah? Empatikah? Padahal perasaan kami hampir sama.
Hanya saja, dia mampu berkata jujur. Bahwa tak mudah baginya menghapus luka tanpa dendam. Bahwa tak mungkin baginya menghapus pedih tanpa rasa yang setara.




















